CERAMAH UMUM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS BAGI SANTRIWATI PONDOK PESANTREAN DARUL HIJRAH PUTRI BERSAMA DR. SURYA CHANDRA SURAPATY, MPH, Ph.D

Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah sebagai generasi muda yang bakal menjadi orang dewasa dan berkeluarga sebelumnya harus mengetahui apa pentingnya membangun rumah tangga. Ingin hidup bermanfaat, maka pahami apa itu Keluarga Berencana (KB) yang selama ini di kampanyekan Pemerintah. “Kelak ikutilah program KB agar kesejahteraan anda membaik dan tidak merepotkan perekonomian keluarga. Dengan menikah di usia yang ideal 21 tahun bagi perempuan 25 tahun bagi laki-laki dan melahirkan cukup dua anak nantinya yang juga akan membantu demografi di Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi. Tegas Kepala BKKBN Pusat Dr. Surya Chandra Surapaty saat memberikan Kuliah Umum bagi para santriwati di Ponpes Darul Hijrah putri dalam Acara Ceramah Umum yang berjudul “Pendewasaan Usia Perkawinan dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas bagi Santriwati Pondok Pesantrean Darul Hijrah Putri bersama Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D.

Acara yang difasilitasi oleh BKKBN Provinsi Kal-Sel yang bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar pada hari jum’at 21 April 2017 di Ponpes Darul Hijrah Putri diawali dengan selayang pandang dari Pimpinan Ponpes Ustad Syahruddin Ramli, beliau mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan semacam ini, agar 1690 santriwati yang beliau pimpin bias mendapatkan pengetahuan dan informasi yang berguna sebagai bekal bagi mereka ketika sudah berkeluarga nantinya.

Dalam sambutan Bupati Banjar yang dibacakan oleh Dr. I Gusti Nyoman Yudiana, M.Si selaku Asisten I bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar yang saat itu mewakili Bupati Banjar yang berhalangan hadir juga menambahkan agar para santriwati benar benar menyimak dengan baik apa yang sudah disampaikan oleh Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D agar dapat menerapkan dengan baik ilmu yang di dapat nantinya.

Terkait hal tersebut, BKKBN sebagai salah satu lembaga pemerintah yang mendapat mandat untuk mengelola isu kependudukan di Indonesia, mengusung program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Menurut beliau, program ini berkaitan erat dengan 9 Agenda Prioritas Pembangunan Pemerintah “Nawa Cita”, khususnya agenda prioritas yang kelima, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Menjalankan komitmennya, BKKBN berperan untuk mendorong revolusi mental berbasis keluarga melalui program KKBPK. Melalui kampanye Generasi Berencana, BKKBN menyasar kaum muda untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya perencanaan untuk menikah diusia yang ideal dengan jumlah anak bagi keluarga serta dampak negatif dari pernikahan dini, seks pranikah, dan obat-obatan terlarang. “Hasil yang diharapkan tentu saja kaum muda ini bisa menjadi generasi emas. Generasi yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, pola hidup sehat, aktif dalam kehidupan masyarakat, kompetitif dalam lingkungan pekerjaan, dan menikah secara terencana,” kata beliau. Meski tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang, namun beliau optimis bahwa mentalitas kaum muda harus dibangun dari sekarang agar positif menuju Indonesia yang lebih sejahtera dengan kualitas manusia yang unggul.

Untuk itu, BKKBN terus mengkampanyekan program Menghindari 4 T, yakni terlalu muda memiliki anak yang berkaitan erat dengan pendewasaan usia pernikahan, kemudian terlalu banyak memiliki anak (punya anak lebih dari dua), terlalu rapat jarak kelahiran antar anak (kurang dari tiga tahun), dan terlalu tua usia memiliki anak.

You might also like More from author

Comments

Loading...
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
X