DISKUSI PENGELOLAAN AIR LIMBAH

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
MARTAPURA – Sehubungan dengan dukungan Technical Assistance (Bantuan Teknis) tentang pengelolaan sanitasi di Kabupaten Banjar. Selasa (22/8) Bappelitbang Kab Banjar melalui bidang Fisik dan Prasarana  melaksanakan rapat kegiatan koordinasi dengan tim Urban Sanitation Development Program (USDP) dari Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan nasional yang di pimpin langsung oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana di aula Bauntung Bappelitbang Riza Dauly.

Riza dalam kesempatannya  menyampaikan, bahwa dalam beberapa hasil kajian Indeks Sanitasi di Kabupaten Banjar dengan peringkat “Kurang Baik” dalam hal ini berkaitan dengan system pengelolaan air limbah untuk itu dengan adanya dukungan Technical Assistance (Bantuan Teknis) ini diharapkan sanitasi di Kabupaten Banjar agar menjadi lebih baik, dalam hal ini pendampingan akan di laksanakan dalam kurun waktu 15 Bulan oleh Tim USDP.

Sementara itu Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab banjar Galuh Tantri menjelaskan, mengenai jamban apung  dalam hal ini oleh Kepala Daerah mempunyai target besar untuk penghapusan jamban terapung berjumlah 1000 buah yang ditargetkan akan tercapai pada tahun 2019, namun itu tidak juga mencapai akses sanitasi 100 % dikarenakan real jamban yang ada di Kabupaten Banjar Berdasarkan data sekunder yaitu mencapai 9000 Buah.

“Selain itu dalam progress kedepannya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengagendakan beberapa kegiatan yaitu dengan menyediakan infrastruktur pendukung sanitasi berupa MCK Komunal sebanyak 20 unit dalam hal ini akan menghilangkan jamban sebanyak 3 Jamban dengan menggunakan dana APBN, Begitu Juga yang berasal dari alokasi DAK sebanyak 665 MCK Komunal yang akan menghilangkan 232 Jamban terapung yang merupakan Komitmen Kepala Daerah, dari semua ini terbatasnya anggaran yang hanya 1 miliyar dalam tahun ini itu pun juga di dukung oleh bantuan-bantuan perusahan melalui dana CSR. Kedepannya ditahun 2017 dengan target menghapus 4000 jamban, 2018 akan menghapus 5000 jamban” ucap Tantri

Begitu juga masalah limbah yang ditangani TPA Padang Panjang, seperti yang dikatakan salah satu perwakilannya tentang sanitasi bahwa saat ini hanya baru bisa melayani 10 Kecamatan untuk angkutan sampahnya ke TPA terkendala masih kurangnya armada pengangkutan sampah terbatas, diharapkan adanya Dana Desa juga dapat membantu dalam hal penanganan sampah berupa TPS – TPS di lingkungan permukiman. Dalam hal Pelayanan air limbah menunggu permintaan dari masyarakat.

Bangunan IPLT di Kabupaten Banjar  sudah terbangun namun unit penunjang berupa bak pemisah masih terkendala dengan curah hujan yang tinggi sehingga terkendala masalah pengurasan bak pemisah yang tidak maksimal. Untuk pelayanan terjadwal dalam penyedotan air limbah masih belum ada.

Dinas Kesehatan memberikan dukungannya terhadap pencapaian sanitasi selain dengan memberikan dukungan berupa sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga akan memberikan pemicuan berupa pengahargaan – penghargaan yang diberikan kepada Desa-Desa/Kecamatan yang sudah bebas Buang Air Besar Sembarangan pengahargaan tidak hanya dari Pemerintah Daerah Tetapi Juga dari Pemerintah Pusat.

Kegiatan ini dihadiri Bappelitbang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, UPT TPA Cahaya Kencana serta Tim Urban Sanitation Development Program USDP Bappenas. (ADB/FP)

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
X