PERLUNYA MEMBANGUN INOVASI DI KABUPATEN BANJAR

MARTAPURA – Inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing nasional dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.  Inovasi yang rendah akan berimplikasi pada daya saing yang rendah dan pada akhirnya indonesia akan kalah bersaing dengan negara-negara asean. Kemampuan berinovasi antara negara maju dan negara berkembang menjadi jurang perbedaan yang sangat lebar, oleh karena itu kita perlu memulai langkah membangun kapasitas inovasi di kabupaten banjar sebagai upaya merespon tuntutan perubahan dan dinamika yang terus berjalan cepat. Inovasi harus menjadi gerakan kita bersama, perbaikan terus-menerus harus kita lakukan agar masyarakat di kabupaten banjar meperoleh peningkatan pelayanan dan daya saing daerah.  Demikian disampaikan Bupati Banjar KH. Khalilurrahman, saat membuka secara simbolis Sosialisasi Inovasi Tata Pemerintahan Laboratorium Inovasi  Drum Up & Diagnose di aula Barakat Senin (15/05),  didampingi Wakil Bupati  serta Sekda Banjar.

“Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, menjadi pintu bagi daerah memelakukan inovasi,  terdapat bab yang secara khusus mengatur inovasi daerah. Disebutkan bahwa dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemerintah daerah dapat melakukan inovasi. Inovasi adalah semua bentuk pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inisiatif inovasi dapat berasal dari Kepala Daerah, anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, Perangkat Daerah, dan anggota masyarakat” jelasnya

“Saya berharap aksi inovasi masing-masing OPD melalui laboratorium inovasi,  dapat membangkitkan spirit ASN inovatif mewujudkan Banjar sejahtera barokah” ujarnya berharap.

Sementara itu kepala Bappelitbang Hary Supriadi, dalam laporan kegiatannya  juga menjelaskan   bahwa tujuan dari dilaksanakannya laboratorium inovasi yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 15-17 Mei ini adalah agar setiap unit kerja yang ada di pemerintahan Kabupaten Banjar agar dapat melahirkan berbagai inovasi, dimana inovasi yang tercipta nantinya dapat membantu meningkatkan kinerja dari pemerintah daerah.   “Melalui inovasi ini diharapkan nanti setiap unit kerja bisa menemukan bagaimana cara melaksanakan kegiatannya agar memiliki daya ungkit yang paling besar serta memiliki dampak positif yang paling besar sehingga biaya-biaya yang dikeluaran bisa lebih efektif sertaakuntabilitas daerah kita bisa lebih meningkat” ungkapnya

Dalam kesempatannya yang sama Suripto, salah satu narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) juga menjelaskan kalau inovasi memiliki 45% peran untuk menentukan bahwa suatu daerah memiliki daya saing atau tidak,  sebagai contoh negara Singapura yang tidak mempunyai sumber daya alam akan tetapi karena berinovasi sehingga menjadi negara berdaya saing tinggi dan menjadi salah satu negara termaju di Asia.

Disela pembukaan sendiri acara yang dihadiri seluruh SOPD di Kabupaten Banjar ini  juga diisi dengan serah terima plakat antara LAN yang diwakili Kepala Bagian Administrasi Pusat Inovasi Tata Pemerintahan LAN Isti Heriani, serta KH. Khalilurrahman, atas nama  Kabupaten Banjar. LAN sendiri meminta komitmen kepada seluruh SOPD yang hadir dengan menyerukan komitmen bersama untuk melakukan kurang lebih 200 Inovasi nantinya. (ADB/BAPPEDA)

Source:: BAPPEDA

You might also like More from author

Comments

Loading...
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
X