Breaking News
Home » Bappeda » PERTEMUAN RUTIN DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPELITBANG KAB. BANJAR ADAKAN SHOLAT KHUSYU

PERTEMUAN RUTIN DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPELITBANG KAB. BANJAR ADAKAN SHOLAT KHUSYU

MARTAPURA –  Kamis (13/04), Dharma Wanita BAPPELITBANG Kabupaten Banjar yang diketuai oleh Fitri Handayani Hary Supriadi menggelar pertemuan rutin DPW Dharma Wanita Unit BAPPELITBANG Kab. Banjar sekaligus share tentang Shalat Khusyu oleh Ir. Faturrahman yang mana beliau merupakan Komunitas Indonesia Sholat.

Ir. Fathurrahman menjelaskan mengenai makna, manfaat serta pentingnya mendirikan shalat. “Sesungguhnya shalat adalah tiang agama, dan shalat merupakan pilar terkuat dalam rukun Islam yang lima setelah syahadat. Posisi shalat sangat penting, bila didalam satu keluarga ada yang tidak/ meninggalkan shalat maka keadaan keluarga tersebut kurang harmonis, apalagi dalam suatu negara, bila negaranya kacau berarti ada rakyatnya yang tidak/ meninggalkan shalat. Oleh sebab itu orang tua dianjurkan untuk mendidikan anaknya secara langsung untuk melaksanakan shalat” ungkapnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa shalat itu merupakan sebuah kewajiban dan tidak seorang pun boleh meninggalkannya dalam keadaan apapun selama ia masih berakal, walau orang itu telah memasuki usia lanjut, menderita sakit, dan lain sebagainya.

Pada pertemuan kali ini difokuskan pada gerak shalat yang dimulai dengan posisi berdiri tegap menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, tangan bersedekap, ruku’, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, tahiyat awal dan akhir serta salam. Pada gerak shalat ini perlu diperhatikan adalah gerak ruku dan sujud sebab pada gerak ini berpotensi keliru karena dalam pelaksanaan shalatnya tergesa-gesa. “Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam.”

Rasulullah menyebutnya dengan istilah “pencuri yang paling jahat” bagi muslim yang tidak menyempurnakan shalatnya. Tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya. Kita sering marah ketika ada seseorang yang mencuri sandal kita, terlebih lagi jika kita yang menjadi para pencuri shalat karena tergesa-gesa dan tidak menyempurnakan shalat baik dalam ruku, sujud maupun salamnya.

Seorang muslim harus menjaga shalatnya, karena amal yang pertama kali dihisab di harikiamat adalah shalat. Untuk menghindari mencuri dalam shalat, kita perlu mengetahui salah satu rukun dalam shalat yaitu Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan.

Diharapkan pada pertemuan kali ini dapat menambah pengetahuan kita yang awam tentang cara sholat yang benar dan khusyu, sehingga nantinya dapat dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan dapat diajarkan kepada anak serta keturunan kita nantinya.(ADB/Bappelitbang)

Source:: BAPPEDA

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
X