BLUEPRINT ENERGI KABUPATEN BANJAR

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

By admin

Martapura(6/09/2016), Energi dalam arti umum adalah properti fisika dari suatu objek yang dapat berpindah melalui interaksi fundamental, yang dapat diubah bentuknya namun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Sedangkan menurut Einstein energi adalah sebuah produk dari masa dan kuadrat kecepatan cahaya. Mikrajuddin juga mengungkapkan bahwa energi sebagai kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan sebuah pekerjaan objek. Energi memiliki peran yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya sebab energi memberikan banyak manfaat bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari di mana energi membantu kita melakukan segala sesuatu.

Pemerintah memiliki tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sesuai dengan Peraturan UU RI no. 30/2007 tentang energy Bab V Pengelolaan Energi : Kewenangan pengaturan pengelolaan (penyediaan, pengusahaan, pemanfaatan, pencadangan) energi ditangan pemerintah. Pada saat ini energi telah menjadi kebutuhan primer tetapi pemerintah belum memiliki kebijakan yang terukur. Pada saat ini potensi energi lokal belum banyak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Banjar. Aktifitas perekonomian masyarakat Kabupaten Banjar bergantung pada pasokan energi dari luar. Sehingga perlu kajian kebijakan yang dapat memberikan arah pembangunan untuk permanfaatan potensi energi lokal.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) Laporan Pendahuluan Penyusunan Blueprint Energi Kabupaten Banjar yang dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Banjar Drs. A. Zulyadaini, M.Si


Dalam acara tersebut dibahas  mengenai upaya awal Pemerintah Kabupaten Tahun 2016 mengenai penyusunan blueprint (Pola Pikir)  Energi Kabupaten Banjar yang berfokus pada kajian untuk mengumpulkan data keenergian dan perumusan kebijakan Pengelolaan Energi yang merupakan sebuah alternatif kegiatan penelitian yang dipandang perlu dilakukan sebagai upaya awal menjaga tetap terpenuhinya kebutuhan energi masa mendatang serta menyongsong kemandirian energi Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penyusunan Blueprint energi ini adalah metode pengumpulan data lingkup cakupan data sekunder dan data primer. Pengumpulan data sekunder dengan metode studi pustaka, mencakup peraturan perundangan keenergian, RPJM Kabupaten dan propinsi , RPJP Kabupaten dan Propinsi, Platform pembangunan (visi misi kepala daerah), Renstra Pembangunan nasional. Pengumpulan data primer dengan metode observasi lapangan, observasi mencakup lokasi, sistem jaringan, pola pasokan, dan perilaku distribusi energi final diwilayah Kabupaten Banjar. Khusus untuk menjaring masukan pendapat masyarakat terhadap kondisi keenergian Kabupaten banjar yang diinginkan maka metode pendataan dilakukan dengan menyediakan sistem questioner.

Dalam kegiatan tersebut SKPD terkait menyampaikan sarannya salah satunya dari Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi yang diwakili oleh Drs. Wahidin “Kita perlu menguatkan wilayah energi di daerah tertentu. Tolong data agar lebih diperinci lagi guna memudahkan penelitian ini. Selain itu juga masih ada sekam dan limbah kelapa sawit  yang belum diteliti untuk menggantikan energi tak terbarukan” Ungkapnya.


Kegiatan ini merupakan Laporan Pendahuluan dari kegiatan Penyusunan Blueprint Energi Kabupaten Banjar dan nantinya akan dilaksanakan laporan lanjutan. “Kegiatan ini sangat penting karena juga terkait sektor-sektor lain yang berhubungan.” Tambah Sekretaris Bappeda Kabupaten Banjar yang memimpin rapat. (ADB/PLP)

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X