BUPATI BANJAR APRESIASI KIRAB MERAH PUTIH

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

MARTAPURA – Kabupaten Banjar memiliki cara khusus untuk memperingati hari jadinya yang ke-67 sekaligus peringatan HUT ke-72 RI tahun ini. Yakni dengan melaksanakan Kirab Merah Putih, Senin (21/8).

Start long march dari Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Barat dengan membawa bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Kirab merah putih yang dimotori KNPI Kabupaten Banjar dengan  melibatkan sebanyak 1.200 peserta dari seluruh elemen masyarakat, TNI, kepolisian, ormas hingga pelajar termasuk Bappelitbang Kab Banjar berakhir di depan Kantor DPRD Banjar.

Peserta kirab disambut Bupati Banjar Khalilurrahman, Ketua DPRD H Rusli, Dandim 1006/Martapura Letkol arm Andi Martopo, Kapolres Banjar Takdir Mattanete, dan sejumlah kepala SOPD lingkup Pemkab Banjar.

Dalam sambutannya Bupati Banjar H Khalilurrahman sangat mengapresiasi pelaksanaan Kirab Merah Putih ini.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Banjar, saya sangat bangga dan mengapresiasi dilaksanakannya Kirab Merah Putih ini”, ungkap Bupati Banjar.

Dia berharap pelaksanaan Kirab Merah Putih menjadi sarana efektif untuk memacu semangat pemuda banua sebagai generasi penerus, dalam mengokohkan semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan, serta menggugah dan memotivasi para pemuda banua untuk terus berkarya, berinovasi dan mandiri, guna mewujudkan Kabupaten Banjar yang Sejahtera dan Barokah.

“ Kepada para generasi muda di Kabupaten Banjar untuk terus memupuk dan memelihara Semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan. Khususnya generasi muda, sebagai pilar kekokohan penerus cita-cita bangsa. Mengingat ancaman besar yang dihadapi saat ini adalah era globalisasi yang sudah tidak terbatas lagi” pesannya.

Terlihat Dandim 1006 Martapura Letkol Inf Andi Murtopo menaiki tangga gedung DPRD Banjar menyerahkan bendera merah putih kepada Bupati.

Demikian pula, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete menyerahkan bendera merah putih kepada H Rusli.

Dandim menjelaskan, dipilihnya titik awal kirab di rumah ini karena rumah ini memiliki nilai sejarah.

Rumahnya dulunya adalah rumah Sjekh Arsyad Albanjari. Di rumah ulama yang dikenal dengan Datu Kelampaian dulu beliau mengajarkan Agama Islam dan disini pula dilakukan rapat-rapat perjuangan rakyat Banjar.

“Kita ingin mengingatkan tempat-tempat bersejarah perjuangan rakyat dahulu. Kita harus kenalkan bahwa perang Banjar juga hebat dan tidak boleh dilupakan,” katanya. (ADB/Humas)

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X