BUPATI HARAPKAN SELURUH PIHAK BERKOLABORASI TANGANI STUNTING

MARTAPURA – Dalam rangka
mendukung terhadap upaya percepatan penurunan pencegahan dan penanggulangan
stunting di Kabupaten Banjar, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan
Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banjar menggelar rembuk stunting di
Pendopo Kabupaten Banjar, Senin (02/11/2019).

Rembuk stunting sekaligus kegiatan
rutin Coffe Morning yang dihadiri para Kepala SKPD dan Camat ini dibuka
oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman didampingi Sekertaris Daerah H Mochammad
Hilman serta Kepala Bappeda Litbang Galuh Tantri Narindra dan Kepala Dinas
Kesehatan Ichwansyah.

Kepala Bappeda Litbang Galuh
Tantri Narindra yang lebih familiar disapa Tantri, mengungkapkan bahwa penanganan
stunting yang masuk dalam program kesehetan ibu dan anak menjadi salah
satu prioritas pembangunan yang masuk dalam target Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) sebab ini menyangkut investasi masa depan Kabupaten Banjar.

Menurut Tantri, Kabupaten Banjar
bukan menjadi lokasi prioritas nasional dalam penanganan stunting, namun begitu
kita tetap harus waspada karena ditahun 2030 kita akan mendapatkan puncak bonus
demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding usia
produktif.

Sementara itu Bupati H Khalilurrahman
menyampaikan penanganan stunting menjadi program yang sangat penting
bagi Pemerintah Kabupaten Banjar, karena sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

“Upaya pencegahan dan penurunan stunting akan efektif jika intervensi gizi spesifik
dan gizi sensitif dilakukan secara konvergensi, bersama-sama dan saling terintegrasi
oleh semua unsur antar pemerintah, swasta dan masyarakat”ujar Bupati.

Bupati Banjar mengharapkan agar
penanganan stunting dilakukan dengan kolaborasi banyak pihak, mulai dari
PKK, Kecamatan, Puskesmas, Desa, bidang, swasta, hingga tokoh masyarakat dilibatkan.

“Tentunya dengan kolaborasi dan
sinergi penanganan stunting menjadi lebih mudah oleh karena itu saya harapkan
para Camat, Kepala Dinas, kepala sekloah dan PKK serta dunia usaha
dilibatkan. Sebab kesehatan ibu dan anak
memang menjadi prioritas khusunya pemerintah kabupaten banjar” tambah bupati”
pinta BupatiStunting merupakan
kondisi dimana badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan badan
seusianya. Penyebabnya adalah kekurangan
gizi kronis sejak dalam kandungan hingga anak lahir, dan gejala ini terlihat
ketika anak berusia 2 tahun. (ADB/Bappeda Litbang)

Source:: BAPPEDA

Comments
Loading...