EKPOSE AKHIR PENYUSUNAN PETA KERENTANAN DAN KERAWANAN PANGAN

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Martapura (29/08/2016), Kedaulatan pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan, menjamin hak atas pangan bagi rakyat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal. Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi Negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah mapun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat. Ketersediaan pangan adalah kondisi tersedianya pangan dari hasil produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional serta impor apabila kedua sumber utama tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Masalah pangan adalah keadaan kekurangan, kelebihan, dan/atau ketidakmampuan perseorangan atau rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan dan keamanan pangan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melalui Bidang Ekonomi mengadakan acara Ekpose Laporan Akhir Penyusunan Peta Kerentanan dan Kerawanan Pangan Kabupaten Banjar dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi Yudi Andrea, SSTP, MH menggantikan Kepala Bidang Ekonomi sebelumnya Ajidinnor Ridhali, SE, MM yang pindah ke instansi lain.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai Penyusunan Peta Kerentanan dan Kerawanan Pangan dalam hal kebijakan dan strategi yaitu penyempurnaan sistem penyediaan dan distribusi pangan secara merata dengan harga terjangkau, meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan konektivitas antar desa dalam mendukung pengembangan wilayah, mengurangi beban biaya bagi Rumah Tangga Miskin, seperti biaya pendidikan, biaya kesehatan, penyediaan infrastruktur seperti air bersih, jalan desa dan sebagainya.

“Sudah saatnya diusulkan juga mengenai pemberian susu untuk ibu-ibu hamil dan anak-anak dari keluarga miskin (suskin).” Ungkap tim peneliti dalam hal itu menyampaikan sarannya.

Pada konsumsi pangan pada umumnya memenuhi Angka Kecukupan Energi (AKE). Hanya saja belum memenuhi Pola Pangan Harapan (PPH) yang diinginkan karena belum tercapainya penganekaragaman konsumsi pangan. Akses terhadap fasilitas sanitasi dan air layak masih menjadi masalah. Fasilitas sanitasi dan air layak minum dapat memperbaiki status gizi melalui peningkatan penyerapan zat-zat gizi oleh tubuh. Indikator ini masih memerlukan perbaikan (ADB/Bappeda)

 

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X