EKSPOSE PENDAHULUAN PENYUSUNAN DOKUMEN PENGEMBANGAN KAWASAN BAWANG MERAH KABUPATEN BANJAR

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

MARTAPURA – Bawang merah menjadi sebuah kebutuhan karena termasuk kedalam kelompok rempah tidak bersubtitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat herbal/tradisional.  Bawang merah sendiri menjadi salah satu komoditas pert prioritas guna pemantapan kedaulatan pangan dengan target peningkatan produksi, stabilisasi harga dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. Harganya yang kerap bergejolak sehingga menggerek laju inflasi, jika stok mencukupi, bawang merah akan memberi andil tersendiri terhadap deflasi (Bank Indonesia, 2014 dan BPS 2015).

Berdasarkan data BPS tahun 2015 konsumsi bawang merah di indonesia 4,56 kg/kapita per tahun atau 0,38 kg/kapita per bulan dan mengalami kenaikan sebesar 10 hingga 20 persen menjelang hari-hari besar. Kebutuhan bawang merah selain untuk konsumsi juga untuk industri serta benih.

Pada periode tahun 1986-1990 Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor bawang merah, setelah itu indonesia menjadi salah satu dari negara Asia yang menjadi pengimport.  Tahun 2016 jumlah import bawang merah mencapai 1,218 juta kg (juni-okt) dengan pemakaian sebagian untuk benih, hingga desember 2016 sampai sekarang berhenti menjadi negara pengimpor bawang merah.

Dalam RPJMD Kalsel pada misi 5 (lima) yaitu “Mengembangkan Daya Saing Ekonomi Daerah yang Berbasis Sumber Daya Lokal, Dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan”,  bawang merah termasuk dalam komoditas sayuran yang akan dikembangkan diberbagai wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan indikasi rencana RPJMD yang ditargetkan peningkatan produksi bawang merah minimal 10% per tahun.

Menanggapi hal tersebut diatas Pemerintah Kabupaten Banjar melalui bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan melaksanakan Penyusunan Dokumen Pengembangan Kawasan Bawang Merah Kabupaten Banjar hasil kerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).  Dalam pelaksanaan penyusunan tersebut Selasa (04/04), mengawali kegiatan digelar ekspose pendahuluan yang dipimpin Kabid Perekonomian Hj. Normadaniah,  hadiri langsung Kepala Bappelitbang Hary Supriadi,  serta beberapa SOPD terkait dengan narasumber tim peneliti dari ULM Muhammad Fauzi.dkk

Dari ekspose pendahuluan Muhammad Fauzi ,dkk menjelaskan bahwa maksud penyusunan dokumen tersebut sebagai upaya komprehensif menyusun perencanaan guna memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Banjar, stabilisasi harga dan sekaligus juga pengembangan ekonomi lokal melalui pengembangan komoditas strategis bawang merah. Selain itu penyusunan dokumen tersebut  bertujuan  untuk mengidentifikasi potensi produksi berdasarkan usaha tani bawang merang yang dikembangkan kelompok tani di Desa Cabi Kecamatan Simpang Empat, dll.

Dengan penyusunan dokumen diharapkan didapatkan  rekomendasi untuk kebijakan pengembangan bawang merah di kabupaten banjar meliputi arahan pengembangan kawasan dan arahan program aksi yang dilakukan dan dapat ditentukan target pengembangan tanaman bawang merah sampai lima tahun kedepan, karena pembudidayaan bawang merang menjadi peluang yang menguntungkan untuk dikembangkan saat ini baik dilahan sawah maupun lahan kering.(ADB/Perekonomian)

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X