Enam Kecamatan Diusulkan PSBB

Martapura, InfoPublik – Ramadan hari ke-2 1441 Hijriyah, status tanggap darurat (non bencana alam) Covid-19 masih melekat di Bumi Barakat. Peningkatan penyebaran Covid-19 secara Nasional terus meningkat.

Upaya penyebaran dan pencegahan terus diperketat. Disiplin yang kuat dalam melaksanakan imbauan merupakan kunci dari menekan penyebaran Covid-19 tersebut.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar melalui teleconference bersama Jurnalis Banjar mengungkapkan salah satu cara menekan penyebaran virus Covid-19 yakni memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal tersebut disampaikan Sekda Banjar HM Hilman di Command Center Barokah, Martapura, Sabtu (25/4/2020).

“Sebagaimana rencana, permohonan PSBB di Kabupaten Banjar yang ruang lingkupnya mencakup enam wilayah Kecamatan yakni Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Tatah Makmur, Gambut, Martapura Kota, serta Martapura Timur,” ucap Sekda.

PSBB tersebut dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 serta mendukung PSBB di Banjarmasin sebagai transmisi lokal berjalan lebih efektif.

“Dukungan wilayah sekitarnya perlu, agar memblok penyebaran. Karena kontak erat pada transmisi lokal sulit di tracking berbeda dengan pelaku perjalanan, dengan geografis yang berbatasan langsung, maka perlu diadakakan tindakan PSBB pada wilayah yang berbatasan langsung yakni 6 Kecamatan tadi,” jelas Hilman.

Hal tersebut berguna, dimana usai pelaksanaan PSBB mendapatkan data selama masa inkubasi virus 14 hari, diketahui yang sakit terdampak Covid-19.

“Masyarakat yang terkonfirmasi Covid ini yg kita karantina khusus. Pemkab Banjar mensiapkan sebanyak kurang lebih 50 bed, dimana diantaranya pada Guest House Sultan Sulaiman yang berkapasitas 18 bed, selain di Balai Pelatihan Kemenag Banjar yang berkapasitas 40 bed,” ungkap Sekda.

Sekda Banjar juga menjelaskan beberapa persiapan yang telah dilakukan Pemkab Banjar terkait PSBB. Pertama penyusunan keputusan Bupati Banjar dan Perbup tentang PSBB di enam Kecamatan wilayah Kabupaten Banjar.

Kedua PSBB tersebut juga didiskusikan pengoperasian posko-posko untuk penanganan pemantuan covid pada pelaksnaan PSBB.

“Ketiga verifikasi data masyarakat atau kepala keluarga yang belum menerima bantuan dari kegiatan bansos lainnya baik dari Pemerintah Pusat hingga Desa kepada masyarakat terdampak Covid-19,” terangnya.

Terkait verifikasi data tersebut sebelum PSBB, verifikasi data yang dilakukan Camat bekerjasama dengan Kepala Desa maupun Lurah, Koramil dan Kapolsek yang menurunkan semua aparuturnya untuk verifikasi data masyarakat.

Sekda Banjar berpesan agar mendata dengan valid data tersebut, kepada masyarakat yang benar-benar terdampak Covid-19 tidak bisa melakukan aktivitas atau kemampuan ekonomi terbatas dapat terdata semua.

“Sehingga pelaksana PSBB bisa efektif dan masyarakat stay at home, tidak melaksanaan aktivitas di luar kecuali hal penting dan mendesak,” unggahnya.

Bersamaan dengan itu, Hilman menjelaskan terkait dengan persiapan PSBB juga disiapkan jaring pengaman sosial, berupa paket bantuan 10 kg beras, 1 kg telur, serta sembako seperti gula, tepung, teh, minyak goreng, susu kental manis. “Dan bagi menerima bansos sembako juga diberikan ikan segar dan daging ayam atau sapi serta sayur-sayuran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjar dr Diaduddin menyampikan tambahan data signifikan positif di Kabupaten Banjar yakni dua belas orang, dirawat tujuh dan empat sembuh dan meninggal satu.

“Untuk PDP kemarin dinyatakan negatif, dan penyakitnya diketahui tbc setelah dilakukan dua kali tes. Sementara itu, 21 orang di swab tes di Labkesda, dengan hasil ada 2 positif yang mereka memang kontak erat dengan positif sebelumnya,” bebernya.

Adapun dari tujuh yang terkonfirmasi itu, ada tiga di RS Ulin, satu isolasi mandiri, satu di RS Abulung, satu di guest house, dan satunya di RS Bhayangkara.

Pada kesempatan vidcon tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Eddy Elminsyah Jaya menambahkan pihaknya terus mensosialisasikan imbauan-imbauan terkait Covid-19, baik pada medsos yang dimiliki Pemkab Banjar seperti instagram, facebook dan medsos lainnya.

Ia juga menegaskan siaran keliling ke masyarakat juga telah dilakukan serta dengan pemasangan spanduk-spanduk. Pengoptimalan media yang dimiliki sepeti RSB, Intan TV, Media Center serta Jurnalis Banjar yang menjadi mitra Diskominfo Banjar.

“Harapnya memang tidak mudah untuk mesosialisasikan ke setiap masyarakat, namun pengoptimalan terus kita upayakan dengan semaksimal mungkin, dengan apa yg disampaikan tim gugus tugas kita juga selalu mengkomunikasi ke Pemerintah Kecamatan dan Desa,” ujarnya.

Kabid IKP itu membeberkan pada media pihaknya sudah beberapa desa tanggap covid-19 memviralkan atau memberitakan, seperti Desa Pesayangan, Abumbun Jaya dan Tambak Anyar. (MC Kominfo Kab. Banjar/Prs)

Source:: MEDIA CENTER BANJAR

Comments
Loading...
× Ada yang bisa kami bantu?