KABUPATEN BANJAR SERIUS TANGANI PENYAKIT ASMA DAN PARU

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Asma merupakan masalah kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu disepanjang hidup seseorang jika tidak ditangani secara benar, asma sendiri termasuk 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian dan kesakitan berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT). Pada umumnya penyakit asma diderita pada usia muda dan produktif, sementara Penyakit Paru Obstruksif Kronis (PPOK) diderita pada usia tua. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang sepenuhnya di fasilitasi oleh Project Hope Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI gelar pelatihan pengendalian asma dan PPOK dengan pendekatan praktis Kesehatan paru di fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran serta pemutakhiran informasi untuk para tenaga medis terkait tata laksana asma dan PPOK serta kemampuan dalam penggunaan alat-alat medis terkait pelaksanaan asma dan PPOK dengan benar.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekda Banjar H Nasrun Syah ini diikuti tidak kurang dari 60 petugas kesehatan dari 24 Puskesmas di Kabupaten Banjar yang bertempat di Hotel Dafam Q Mall Banjarbaru, Rabu (18/07).
Dalam sambutannya Bupati Banjar yang dibacakan oleh Sekda Banjar H Nasrun Syah mengatakan Pemerintah Daerah menyambut baik atas dilaksanakannya pelatihan pengendalian penyakit asma dan PPOK dengan pendekatan praktis kesehatan paru di FKTP.
“Kegiatan seperti ini tentu untuk merealisasikan peningkatan Kesehatan yang merupakan salah satu prioritas utama, dari tiga Prioritas Kabupaten Banjar menjadikan masyarakat yang lebih Sejahtera dan Barokah”, ucap H Nasrun syah.
H Nasrun Syah pun berpesan kepada tenaga kesehatan agar mengikuti dan memanfaatkan sebaik mungkin pelatihan ini, mengingat pelatihan ini sangat penting dan mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan taraf kesehatan di masyarakat terutama mengenai Penyakit Asma dan PPOK.
“Yang lebih penting lagi adalah para teman teman di pelatihan ini untuk mengajak semua masyarakat kita yang terkena penyakit asma untuk mau berobat ditingkat puskesmas”, jelasnya.
H. Nasrun Syah juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait Pelatihan ini, atas kerjasamanya dan telah menjadikan Kabupaten Banjar sebagai Pilot Project Penelitian Penyakit Asma dan PPOK.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Direktur Project Hope Indoneaia ibu susanti, Perwakilan dari kementerian Kesehatan RI Dian Mutia dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah.
Direktur Project Hope Indonesia, ibu susanti mengatakan, dari asumsi nasional, diperkirakan 4,5 persen mengidap asma dan sakit paru.
“Jika misal penduduk kabupaten banjar 600 ribu, maka 4,5 persennya diduga mengidap asma dan sakit paru” jelasnya.

Source:: HUMAS

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X