Kemenag Banjar Jelaskan Protokol Kesehatan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha

 

Martapura, InfoPublik – Penyelenggaraan kegiatan Shalat Idul Adha dapat dilaksanakan pada semua daerah
dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dan harus menerapkan
protokol kesehatan. Terkecuali tempat-tempat yang dianggap masih belum aman
oleh tim gugus tugas.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag Banjar H. Najwan Noor saat vidcon update covid-19 bersama
jurnalis Banjar di Command Center Barokah, Martapura, Kamis (2/7/2020).

 

“Penyelenggaraan Shalat Idul Adha tahun ini di perbolehkan untuk dilakukan di lapangan, mesjid,
atau ruangan dengan memenuhi persyaratan, sebagaimana Surat Edaran Nomor 18
Tahun 2020 tentang Penyelenggaraaan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan
Kurban 1441 H/2020 M Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19,”
jelasnya.

 

H Najwan Noor mengatakan beberapa protokol pelaksanaan Shalat Idul Adha di tengah pandemi Covid-19,
diantaranya:

 

1. Menyiapakan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat
pelaksanaan.

2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi tempat pelaksanaan.

3. Membatasi jumlah pintu atau jalur keluar masuk tempat pelaksana agar memudahkan penerapan
protokol kesehatan.

4. Menyediakan fasilitas cuci tangan dan handsanitizer di area pintu masuk.

5. Menyediakan alat pengecekan suhu tubuh di jalur pintu masuk.

6. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal 1 meter.

7. Mempersingkat pelaksanaan Shalat dan Khutbah Idul Adha tanpa mengurangi syarat dan rukunnya.

8. Tidak menjalankan wadah/kotak sumbangan sedekah jemaah.

9. Penyelenggara memberikan  himbauan kepada masyarakat
tentang protokol kesehatan, seperti : Jemaah dalam kondisi sehat, membawa
sejadah/alas shalat sendiri, menggunakan masker dari rumah sampai tempat
pelaksanaan, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan
sabun atau handsanitizer, menghindari kontak fisik seperti tidak berjabat
tangan dan berpelukan, menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter, serta
menghimbau untuk anak-anak dan lanjut usia yang rentan tertular penyakit agar
tidak mengikuti Shalat Idul Adha.

 

Adapun penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan seperti penerapan jaga
jarak fisik (physical distancing), pada kegiatan pemotongan, pengaturan
kepadatan lokasi, pengaturan jarak pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan
pengemasan daging, serta pendistribusian daging langsung oleh panitia ke rumah
mustahik.

 

“Sementara itu, pada penerapan kebersihan personal panitia dan penerapan kebersihan alat tentu
sesuai dengan protokol kesehatan,” paparnya.

 

Kepala Kemenag berharap Surat Edaran tersebut dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan penuh tanggung
jawab dalam penyelenggaraan shalat dan penyembelihan hewan kurban. (MC Kominfo
Kab. Banjar/Prs/Mey)

Source:: INFOPUBLIK

Comments
Loading...
× Ada yang bisa kami bantu?