MEWUJUDKAN KABUPATEN BANJAR SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN (LAPORAN AKHIR)

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Martapura(08/09/2016), Pasar modern adalah wujud dari kapitalis perdagangan oleh pemilik swasta. Tujuan kepemilikan swasta adalah menghasilkan keuntungan (profit oriented). Kehadiran pasar modern telah merubah fungsi sosial pasar secara historis yaitu tempat bertemunya masyarakat lokal sekitar permukiman untuk bertransaksi memenuhi kebutuhan barang dagangan maupun berinteraksi sosial antara masyarakat. Dengan kekuatan modalnya, pasar modern bahkan mampu merubah sistem sosial dengan menawarkan nilai-nilai hedonis yang menyediakan kesenangan, hiburan bagi konsumen ketika berbelanja.

Keterkaitan pasar tradisional dengan mini market adalah konsep wujud fisik (Tangible) meliputi penampilan fisik atau bangunan, sarana dan prasarana, empat konsep lainnya mendapatkan level respon moderat yaitu Reliable (kemampuan melaksanakan layanan secara meyakinkan dan akurat). Responsiveness (kesediaan membantu pelanggan dan melayani dengan cepat). Assurance (pengetahuan, sikap dan kemampuan dalam menumbuhkan rasa percaya kepada pelanggan). Empahty (kesediaan memberikan perhatian yang mendalam dan khusus kepada setiap pelanggan).

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar melalui Bidang Ekonomi mengadakan acara Ekspose Laporan Akhir Penyusunan Masterplan Penataan dan Pengembangan Pasar di Kabupaten Banjar 2016-2020 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi Yudi Andrea, SSTP, MH


Forum rapat tersebut merupakan kesimpulan dari laporan-laporan sebelumnya membahas mengenai peningkatan pelayanan pedagang terhadap konsumen yang harus ditingkatkan. Kualitas pelayanan, kejujuran pedagang dan kualitas produk merupakan faktor yang menentukan kepuasan konsumen. Dengan menjaga kepuasan konsumen maka pendapatan pedagang akan meningkat.

Faktor internal yang berpengaruh terhadap keberadaan Pasar di Kabupaten Banjar yaitu faktor internal terdiri dari aksesibilitas, lokasi pasar, masyarakat sebagai konsumen, harga produk kompetitif, budaya tawar-menawar, variasi komoditi, sikap masyarakat terhadap pasar tradisional, ikatan kekeluargaan antara penjual dan pembeli, layanan pegawai pasar, sarana dan prasarana, jaminan kualitas produk yang dijual, kebersihan lingkungan pasar, modal pedagang, kualitas sumber daya manusia (pedagang), keamanan pasar.

Faktor eksternal merupakan dampak positif pasar tradisional terhadap pendapatan masyarakat sekitar pasar dan konservasi pasar tradisional, kebijakan pemda terhadap pasar tradisional dan pasar modern, tradisi konsumen belanja ke pasar tradisonal, kerjasama pemerintah dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, semakin tingginya pertumbuhan UMKM, semakin banyaknya penawaran modal untuk UMKM, pertumbuhan pasar modern, kestabilan harga produk di pasar modern, kualitas produk yang dijual  di pasar modern. Peningkatan manajemen PD pasar meliputi pengelolaan sampah dan kebersihan, pelatihan bagi para pedagang dan pegawai dalam mewujudkan “Pasar Bersih”.

Menyadari pentingnya fungsi pasar yang strategis dalam rangka peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, maka perlu diupayakan pemberdayaan pasar sehingga menjadi tempat yang layak dan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi setiap kalangan. Peningkatan fungsi dan daya tarik pasar dalam bentuk lain dengan menciptakan sesuatu yang khas dan keunikan namun tingkat kenyamanan, keamanan, kebersihan, ketertiban menjadi terpelihara dengan baik.

Dari kegiatan tersebut beberapa hal yang disarankan oleh tim peneliti diantaranya adalah meningkatkan peran pedagang dan konsumen dalam menciptakan “Pasar Bersih dan Sehat” menuju “Pasar SNI” melalui Lomba pasar di Kabupaten Banjar. Merencanakan dan menfasilitasi terbentuknya “Pasar Percontohan sesuai SNI” berdasarkan hasil lomba pasar bersih dan sehat di Kabupaten Banjar. Modernisasi pasar dengan revitalisasi pasar tradisional baik secara kelembagaan maupun peningkatan SDM melalui penguatan peran PD Pasar. Membuka dan memfasilitasi akses permodalan melalui peran Bank Pembanguanan Daerah dan BUMN atau BUMD. Memfasilitasi dan membuka akses informasi pasar melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika. Serta peningkatan manajemen pengelolaan Pasar Tradisional melalui pelatihan manajemen usaha.

Dalam kesempatan tersebut beberapa SKPD terkait juga menyampaikan sarannya. Salah satunya dari Bappeda Kab. Banjar sendiri yaitu Kasubbid SDA Dr. Eddy E. Jaya, SH, SE, S.Pi, MS “Ini adalah masterplan yang kita benar-benar bisa memasukkan konsep pasar di dalamnya, juga hal ini perlu kita pertajam lagi.” Ungkapnya. (ADB/Eko)

 

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X