MEWUJUDKAN KABUPATEN BANJAR SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

By admin

Martapura (22/08/2016), Jumlah pedagang pasar rakyat yang terus meningkat belum diimbangi oleh ketersediaan ruang, sehingga menyebabkan banyaknya pedagang yang berjualan diluar bangunan pasar. Selain itu meningkatnya pasar-pasar modern, baik skala regional seperti supermarket dan hipermarket, ritel bermunculan di kawasan permukiman di Kabupaten Banjar. Peningkatan sektor informal khususnya pedagang kaki lima (PKL), yang bermunculan seiring dengan keberadaan pasar, permasalah pembangunan kota dengan keberadaannya yang tidak tertib. Kondisi pasar rakyat secara fisik tertinggal dari pasar modern (kondisi lingkungan yang kotor, bau dan becek). Permasalahan konflik penggunaan ruang banyak titik-titik kemacetan di sekitar lokasi pasar. Pengembangan Perusahaan Daerah menjadi induk perusahaan (holding company) dengan membentuk usaha komersial. Belum adanya penataan dan pengembangan kawasan pasar rakyat di Kabupaten Banjar mengenai tata ruang.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melalui bidang ekonomi mengadakan acara Ekspose Antara Masterplan Penataan dan Pengembangan Pasar di Kabupaten Banjar 2016-2020 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi Ajidinnor Ridhali, SE, MM

 

Dalam kegiatan itu dibahas mengenai keberadaan pasar tradisional secara historis adalah untuk memenuhi layanan kebutuhan dasar sandang dan pangan masyarakat sekitar pemukiman (kelurahan/desa) atau kawasan (kecamatan). Secara alamiah kebutuhan pelanggan dan pemenuhan kebutuhan oleh pedagang pasar berjalan dalam proses transaksi utilitarian. Transaksi utilitarian maksudnya adalah terpenuhinya kebutuhan dasar yang bersifat fungsional misalnya ketika konsumen membutuhkan beras, sayur, buah, lauk pauk dan kelengkapan memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan  maka fokus konsumen berbelanja ke pasar adalah mendapatkan fungsi dari barang belanjaannya. Transaksi hedonic dalam tingkat minimal sebenarnya juga muncul dalam pasar tradisional yaitu ciri perilaku tawar menawar yang menjadi kesenangan bagi konsumen dan menjadi trik bagi pedagang untuk sama-sama memperoleh sensasi kesenangan (hedonic).

Tampak hadir dalam acara tersebut pihak SKPD terkait dan juga PD Pasar Bauntung Batuah. Diharapkan penataan pasar ini dapat mewujudkan perpasaran yang berkualitas dalam mewujudkan Kabupaten Banjar sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala besar dan Penyangga Kota dan Kabupaten Sekitarnya. (ADB/Eko)

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X