PERLUNYA KERJASAMA STAKEHOLDER GUNA TINGKATKAN PRODUK OLAHAN KARET

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Martapura, Potensi pengembangan karet di Kabupaten Banjar cukup besar melalui dukungan segenap stakeholder yang ada di daerah termasuk peran Pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait, petani dan pengusaha di bidang perkaretan sebagai pelaku usaha serta masyarakat setempat akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan yang lebih diutamakan lagi adalah untuk meningkatkan taraf hidup petani karet. Dalam rangka Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah (PELD) Bappelitbang Kab. Banjar melalui Bidang Perekonomian menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah (PELD) pada Selasa (11/04) bertempat di Aula Bauntung Lantai III BAPPELITBANG Kabupaten Banjar. Acara ini dibuka oleh Dr. Hary Supriadi, SH, MA selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan yang mana rapat ini dipimpin oleh Hj. Normadaniah, SH.M.AP selaku Kepala Bidang Perekonomian dengan dihadiri oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Banjar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Banjar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Banjar, TIM PELD Kab. Banjar, Klaster Karet Borneo, UPPB Bangun Sahabat Kec. Karang Intan Kab. Banjar, UPPB Maju Bersama Kec. Mataraman Kab. Banjar, UPPB Suka Makmur Kec. Simpang Empat Kec. Banjar serta BAPPELITBANG Kab. Banjar.

Mencermati kondisi saat ini para pelaku usaha karet di Kabupaten Banjar belum terhubung secara langsung dengan pihak industri untuk memasarkan produk olahan karet. Namun pada tahun-tahun sebelumnya, UPPB Suka Makmur Desa Batubalian Kecamatan Simpang Empat pernah terhubung dengan pabrik Montelo di Sukabumi, namun karena spek yang diminta berupa ADS (Air Dry Sheet) yang sangat tipis, petani tidak mampu memenuhinya karena keterbatasan mesin yang digunakan untuk menghaluskan produk karet jenis ADS. Saat ini petani hanya memiliki satu mesin pembuat ADS.

Selain itu, UPPB Maju Bersama Desa Simpang Tiga Kecamatan Mataraman juga pernah terhubung dengan pabrik di Pulau Jawa. Pabrikan mensyaratkan kuota 20 ton RSS perbulan, namun petani hanya mampu menghasilkan 6 – 7 ton RSS perbulan, seandainya seluruh petani  di Kabupaten Banjar bersatu dan mampu memproduksi di UPPB Maju Bersama, maka kuota 20 ton perbulan tersebut mampu terpenuhi.

Petani karet di Aranio memerlukan bantuan alat sadap dan peralatan produksi karet lainnya, namun karena wilayah perkebunan karet di Aranio termasuk kawasan hutan lindung sehingga Dinas Kehutanan Provinsi tidak berani memberikan rekomendasi untuk bantuan APBN kepada kelompok tani diwilayah tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama forum stakeholder PELD untuk mengupayakan agar terjalin kemitraan dan kerjasama yang saling menguntungkan serta syarat yang tidak terlalu memberatkan petani. (ABD/Ekonomi)

Source:: BAPPEDA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X