Tim GTPP Banjar Gelar Rapat Bahas Rencana Pembukaan Pondok Pesantren

Martapura, InfoPublik – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar bersama Kementerian Agama Kabupaten Banjar merencanakan tentang bagaimana pelaksanaan protokol kesehatan apabila proses pembelajaran diberlakukan di pondok pesantren yang nantinya akan dibuka seperti biasanya.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM. Hilman, saat memimpin rapat pembahasan rencana pembukaan pondok pesantren di Aula Barakat Martapura, Senin (20/7/2020) siang.

“Hingga saat ini sudah ada sekitar sembilan pondok pesantren yang mengajukan pembukaan pembelajaran kepada Gugus Tugas untuk mendapatkan rekomendasi terkait dengan pembelajaran tatap muka pada pondok-pondok pesantren dan pendidikan keagamaan,” ucap Hilman.

Sementara itu, Komandan Kodim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto mengatakan, jika dihitung jumlah yang mengikuti tes dengan jumlah penduduk masih kecil.

“Artinya masih besar peluang masyarakat bisa tertular dan masuk rumah sakit sehingga kemungkinan akan ada lagi pasien yang meninggal akibat Covid-19,” ungkapnya

Sementara perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Banjar Akhmad Shaufie mengatakan, salah satu pondok pesantren yang mengajukan pembukaan adalah Ponpes Darussalam yang merupakan pondok pesantren terbesar di Kabupaten Banjar.

“Jika Ponpes Darussalam yang terbesar di Kabupaten Banjar ini dibuka, maka otomatis ponpes yang lain pun juga ikut membuka proses pembelajaran,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Maidi Armansyah mengatakan, sejauh ini belum ada semacam relaksasi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memulai proses pembelajaran tahun ajaran baru.

“Kemarin memang ada beberapa internal kami sendiri baik dari Dinas Pendidikan, Pengawas Kecamatan dan Pengawas Sekolah pada saat masa pengenalan di lingkungan sekolah terjadi pro kontra untuk melaksanakannya,” terangnya. (MC Kab. Banjar/Dila/Prs)

Source:: MEDIA CENTER BANJAR

Comments
Loading...
× Ada yang bisa kami bantu?