TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DENGAN TEKNOLOGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kabupaten Banjar merupakan salah satu dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan julukan Kindai Limpuar yang artinya persediaan padi di lumbung berlimpah ruah atau melebihi batas, sehingga Kabupaten Banjar dapat menyuplai untuk kebutuhan padi di daerah  tetangga. Sebagai komoditas strategis padi merupakan prioritas pertama komoditi yang terus dan harus dikembangkan, karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat. Komoditi ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya maupun politik. Hingga sekarang padi atau beras sangat berperan sebagai pangan utama dan sebagai sumber perekonomian sebagian besar penduduk Indonesia. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura terus melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi pertanian dalam rangka mendukung pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan merupakan komitmen yang dilakukan secara terus-menerus  untuk peningkatan produksi padi. Strategi  peningkatan produksi padi di kab. Banjar saat ini dan ke depan ditempuh melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi) dan perluasan areal tanam, baik melalui peningkatan Indek Pertanaman (IP) maupun Luas Tambah Tanam (LTT). Upaya tersebut optimis dapat direalisasikan karena tersedianya berbagai inovasi dan teknologi hasil penelitian, namun inovasi dan teknologi tersebut hanya sebagian yang diterapkan oleh petani.

Sehubungan dengan permasalahan ini diperlukannya metode penyuluhan untuk meningkatkan adopsi dan adaptasi inovasi dan teknologi yang berintegrasi ke dalam usaha petani sehingga dapat diterapkan secara langsung. Percontohan merupakan metode penyuluhan teknologi pertanian untuk memperlihatkan suatu teknologi kepada petani sehingga akan terjadi peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna di Kab. Banjar.  Kepala Dinas TPH kab. Banjar Ir. H. Muhammad Fachry, MP mengatakan dalam tahun anggaran 2018 ini, pihaknya melaksanakan serangkaian kegiatan penyuluhan penerapan teknologi pertanian tepat guna, diantaranya kegiatan Kaji terap dan percontohan.
“Ini merupakan kombinasi antara kegiatan pengkajian dan sekaligus dengan penerapannya di lapangan, dalam hal ini kami memperkenalkan Inovasi Banjarsapa (Batanam Banih Jajar legowo Sakali Mawiwit Dua Kali Panen), untuk model jajar legowo pada Banjarsapa ini kita menerapkan Teknologi Jajar Legowo Super, yang dalam pelaksanaanya oleh Pihak Dinas TPH kab. Banjar berserta PPL dan petani setempat, Ujar Fachry. Ia mengharapkan agar para petani   yang terlibat tidak hanya mengetahui melalui teori, tetapi juga dapat mengadopsi teknologi tersebut. Kaji terap dan Percontohan ini hanya memberikan contoh nyata inovasi teknologi dan mendorong petani untuk menerapkan secara menyeluruh dan masal.

Pada tahun 2018 Dinas Kami telah melakukan 1 penelitian Teknologi Jarwo Super yang berada di 3 Desa, dan ada 10 Kaji terap peningkatan produktivitas padi dengan pendekatan Jarwo Super Integrasi Refugia yang dilaksanakan pada musim tanam Asep (April s/d September) serta pada Musim tanam Okmar (Oktober s/d Maret) ada 5 percontohan Intensifikasi Usaha Tani Padi Dengan Teknologi Banjarsapa, 5 percontohan ini dilaksanakan di kec. Aluh-Aluh, Karang Intan, Gambut, Tatah Makmur, dan Martapura Barat. Ujar Fachry

Fachry juga menjelaskan maksud dari banjarsapa, Banjarsapa merupakan teknologi terobosan Dinas TPH Kab. Banjar yang berbasis kearifan lokal. Dengan adanya Banjarsapa ini dharapkan Indeks pertanaman kita dapat meningkat 2 kali setahun dengan IP 180 % yakni terdiri 100% padi lokal dan 80 % padi unggul. Pada teknologi banjarsapa ini kita mengusahakan 2 macam jenis padi sekaligus yakni padi unggul dan padi lokal disebidang tanah yang sama, artinya setelah padi unggul panen padi lokal kita tanam, karena umur padi unggul sekitar 3 bulan dan umur anakan padi lokal kita 3 bulan sehingga panen padi unggul tanam padi lokal.

Keuntungan pengembangan Banjarsapa bagi petani adalah terjadinya peningkatan produktivitas hasil karena Banjarsapa merupakan teknologi berbasis kearifan lokal sehingga di dalam pelaksanaan Banjarsapa dua teknologi sekaligus dilaksanakan yaitu Teknologi Sawi Dupa dan Sistem Tanam Jajar Legowo Super sehingga dapat peningkatan pendapatan petani diharapkan dapat mewujudkan Visi Misi Kab. Banjar Sejahtera dan Barokah.(Nv/Rz/Rita)

Source:: DTPH

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...
X