UNTAIAN KEHARUMAN KAMBANG BARENTENG DARI MARTAPURA

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Untaian keharuman bunga atau kambang dalam Bahasa Banjar, sering kita temui di Muka Pasar Rakyat Kayu Tangi Martapura. Dalam etnis Banjar kambang barenteng terdiri dari berbagai macam jenis bunga yang dirangkai menjadi rentengan bunga dengan menggunakan daun kelapa, gadang pisang, dan bisa juga menggunakan tali raffia. Setiap gadang pisang atau tali raffia terdiri dari 10 rentengan bunga, biasanya dihargai Rp 5.000

Uniknya lagi, para penjual kambang barenteng  di pinggir-pinggir jalan dan di depan pasar tradisional ini, berlangsung sudah puluhan tahun lebih .Acil Norziah salah satu pedagang kambang barenteng di pasar Martapura mengaku sudah berjualan kambang barenteng sejak tahun 2000.

Kambang barenteng ini memang ciri khas urang Banjar, model untaian ya seperti ini sejak dulu, paling yang berbeda hanya susunan kambangnya saja, ujarnya

Dalam satu rentengan biasanya terdiri dari bunga melati, mawar, kenanga, kembang kertas, kacapiring, kembang kuning dan bunga lainnya tergantung musim.

Tetapi, kambang barenteng seakan wajib memiliki untaian bunga melati, mawar, dan kenanga yang harus ada. Untuk proses pembuatan kambang barenteng kebanyakan dilakukan di rumah para pengrajin. Tetapi Acil Norziah bersama kawan-kawanannya selain dibuat dirumah, juga mereka lakukan sambil berjualan menunggu pembeli. Para pedagang kambang barenteng ini sudah ada dipasar sekitar jam 07.00 pagi, pada jam tersebut aktivitas merangkai bunga dilakukan oleh mereka, kambang barenteng mereka juga membuat kambang sarai.

Kambang barenteng untuk fungsinya tetap sama saja seperti bunga yang dijual pada umumnya yaitu untuk keperluan ritual kematian, acara keagamaan, pernikahan dan untuk menyambut tamu-tamu penting.

Bunga yang dijual di Kota Martapura ini pasokannya berasal dari beberapa desa sentra bunga yakni Desa Labuan Tabu, Jingah Habang Ilir, Jingah Habang Ulu, Pandak Daun, dan Bincau.  Pedagang kambang barentang sebagian besar memiliki kebun bunga sendiri sehingga lebih menguntungkan dibanding dengan yang tidak memiliki kebun sendiri. Acil Ati pedagang kambang barenteng yang lain dapat menjual dengan harga murah lantaran bahan kambangnya dibawa berasal darei kebun milik sendiri. “ iya kalau saya kan tinggal petik di kebun sendiri, nah kalau pedagang yang lain mereka harus modal dulu untuk beli bunganya” ungkapnya

Acil Ati  menjelaskan ada saat waktu tertentu para penjual kambang barenteng menuai keuntungan yang banyak. Kalau Jum’at biasanya lebih laku dibandingkan  hari biasa.  Tetapi untuk penjualan tiap harinya biasanya mencapai 20-30 kupak (kupak = satu rangkaian kambang barenteng) dan 3-5 buah kambang sarai ; jelasnya.  kambang barenteng dengan menggunakan tali raffia itu di peruntukan untuk Zairah ke Sakumpul, tetapi yang menggunakan gadang pisang biasanya diperuntukan untuk zairah ke datu Pelampaian karena sudah aturannya, katanya.

Kelebihan kambang barenteng ini lebih tahan lama dibandingkan bunga curah atau yang tidak dirangkai hanya dibungkus di plastik, bisa bertahan sampai 3 hari tetapi kembang yang sisa tersebut akan dijual lebih murah dari biasanya tinggal layu dan membusuk itu lebih rugi, ujar acil

Selain hari Jum’at kambang barenteng juga laris manis saat tahun baru china dan hari-hari besar Islam, kalau di awal tahun begini malah menurun pendapatannya” Ujarnya.

Bahkan saat waktu tertentu tersebut, kambang barenteng akan langsung habis, dan para pedagang akan menambah pasokan bunga empat kali lipat dari biasanya.(Nv/Rz)

Source:: DTPH

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berita Lainnya More from author

Comments

Loading...